Tampilkan postingan dengan label KAJIAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KAJIAN. Tampilkan semua postingan

Rabu, 17 Mei 2017

Amalan Pada Malam Nisfu Sya'ban yang Paling Utama Menurut Sayyid Muhammad Al Maliki



ISLAMONLIFE - Amalan Di Malam Nisfu Sya'ban acapkali dikerjakan sebagian akbar kaum muslimin pada Indonesia. Mereka mengharap ampunan & rahmat Allah dengan memperbanyak berdoa & istighfar di malam nisfu Sya'ban.

Sebagaimana kita ketahui, Syaban berarti bulan yang penuh berkah & kebaikan. Di bulan Sya'ban Allah membuka pintu rahmat dan ampunan seluas-luasnya.

Karenanya, umat Islam dianjurkan buat memperbanyak ibadah sunnah misalnya puasa sunnah di bulan Sya'ban. Hal ini sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam. Banyak riwayat hadits yang menyampaikan bahwa Rasulullah lebih acapkali melakukan puasa sunnah pada bulan Sya'ban dibandingkan pada bulan lainnya.

Selain puasa, menghidupkan malam sya'ban pula sangat dianjurkan bagi umat Islam, khususnya di malam nisfu Sya'ban (pertengahan bulan Syaban)

Maksud menghidupkan malam disini artinya memperbanyak ibadah dan melakukan amalan pada malam nisfu Sya'ban. 

Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki menyebutkan bahwa banyak terdapat kemuliaan pada malam nisfu Sya'ban; Allah akan mengampuni dosa orang yang minta ampunan di malam nisfu Syaban, mencintai orang yang minta kasih, menjawab do'a orang yg meminta, melapangkan penderitaan orang susah, & membebaskan sekelompok orang dari neraka.

Salah satu Amalan Di Malam Nisfu Sya'ban yg telah sebagai tradisi dan mengakar di Indonesia adalah membaca surat Yasin sebesar tiga kali, selanjutnya selesainya membaca yasin ada niat doa yg tidak sama.

Sebaiknya, membaca surat Yasin dilakukan sesudah selesai shalat maghrib. Dengan cara membacakan Niat & Membaca Surat Yasin 3 kali. Inilah lafal Niat selesainya atau sebelum membaca Yasin.

1. Niat Pertama agar dipanjangkan umur buat digunakan beribadah kepada Allah SWT
2. Niat Kedua Diampuni segala dosa
tiga. Niat Ketiga semoga tewas pada keadaan Husnul Khotimah, berkat pembacaan surat Yasin.

Setelah anda membaca Niat & surat Yasin tiga kali di malam nisfu Sya'ban, selanjutnya membaca Doa Nisfu Sya'ban sebagai berikut:



Artinya: “Ya Allah Tuhanku Pemilik nikmat, tiada ada yang bisa memberi nikmat atasMU. Ya Allah Pemilik kebesaran dan kemuliaan. Ya Allah Tuhanku Pemilik kekayaan dan Pemberi nikmat. Tidak ada yang patut disembah hanya Engkau. Engkaulah tempat bersandar. Engkaulah tempat berlindung dan padaMUlah tempat yang aman bagi orang-orang yang ketakutan. Ya Allah Tuhanku, jika sekiranya Engkau telah menulis dalam buku besarMU bahwa adalah orang yang tidak bebahagia atau orang yang sangat terbatas mendapat nikmatMU, orang yang dijauhkan daripadaMU atau orang yang disempitkan dalam mendapat rizki, maka aku memohon dengan karuniaMU, semoga kiranya Engkau pindahkan aku kedalam golongan orang-orang yang berbahagia, mendapat keluasan rizki serta diberi petunjuk kepada kebajikan. Sesungguhnya Engkau telah berkata dalam kitabMU yang telah diturunkan kepada RasulMU, dan perkataanMU adalah benar, yang berbunyi: Allah mengubah dan menetapkan apa-apa yang dikehendakiNYA dan padaNYA sumber kitab. Ya Allah, dengan tajalliMU Yang Mahabesar pada malam Nisfu Sya’ban yang mulia ini, Engkau tetapkan dan Engkau ubah sesuatunya, maka aku memohon semoga kiranya aku dijauhkan dari bala bencana, baik yang aku ketahui atau yang tidak aku ketahui, Engkaulah Yang Mahamengetahui segala sesuatu yang tersembunyi. Dan aku selalu mengharap limpahan rahmatMU ya Allah Tuhan Yang Maha Pengasih.”

Dalil Hukum Amalan Membaca 3 Kali Surat Yasin di Malam Nisfu Sya’ban, salah satunya dari keterangan Kitab Asná al-Mathálib, 234, berbunyi:

وَأَمَّا قِرَاءَةُ سُوْرَةِ يس لَيْلَتَهَا بَعْدَ الْمَغْرِبِ وَالدُعَاءِ الْمَشْهُوْرِ فَمِنْ تَرْتِيْبِ بَعْضِ أهْلِ الصَّلاَحِ مِنْ عِنْدِ نَفْسِهِ قِيْلَ هُوَ الْبُوْنِى وَلَا بَأْسَ بِمِثْلِ ذَلِكَ

Artinya: “Membacakan QS. Yasin di malam Nishfu Sya’ban usai Maghrib adalah hasil ijtihad sebagian dari ulama yang soleh, beliau salah satunya adalah Syeikh Al Buni, dan hal tersebut bukanlah perbuatan yang buruk”. (Kitab Asná al-Mathálib, 234)


Bukan hanya itu saja, Dalam kitab kitab Madza fi Sya’ban karya Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki menambahkan, Selain membaca surat Yasin, ada beberapa amalan di malam nisfu Sya'ban yang harus dikerjakan juga.

Pertama, memperbanyak doa. Anjuran ini didasarkan pada hadits riwayat Abu Bakar bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda,
ينزل الله إلى السماء الدنيا ليلة النصف من شعبان فيغفر لكل شيء، إلا لرجل مشرك أو رجل في قلبه شحناء 

Artinya, “(Rahmat) Allah SWT turun ke bumi pada malam nisfu Sya’ban. Dia akan mengampuni segala sesuatu kecuali dosa musyrik dan orang yang di dalam hatinya tersimpan kebencian (kemunafikan),” (HR Al-Baihaqi).

Kedua, membaca dua kalimat syahadat sebanyak-banyaknya. Dua kalimat syahadat termasuk kalimat dzikir yang mulia. Dua kalimat ini sangat baik dibaca kapan pun dan di mana pun terlebih lagi pada malam nisfu Sya'ban. Sayyid Muhammad bin Alawi mengatakan,
وينبغي للمسلم أن يغتنم الأوقات المباركة والأزمنة الفاضلة، وخصوصا شهر شعبان وليلة النصف منه، بالاستكثار فيها من الاشتغال بكلمة الشهادة "لا إله إلا الله محمد رسول الله".

Artinya, “Seyogyanya seorang muslim mengisi waktu yang penuh berkah dan keutamaan dengan memperbanyak membaca dua kalimat syahadat, La Ilaha Illallah Muhammad Rasululullah, khususnya bulan Sya'ban dan malam pertengahannya.”

Ketiga, memperbanyak istighfar. Tidak ada satu pun manusia yang bersih dari dosa dan salah. Itulah manusia. Kesehariannya bergelimang dosa. Namun kendati manusia berdosa, Allah SWT selalu membuka pintu ampunan kepada siapa pun yang dikehendaki-Nya.

Karenanya, meminta ampunan (istighfar) sangat dianjurkan terlebih lagi di malam nisfu Sya'ban. Sayyid Muhammad bin Alawi menjelaskan,
الاستغفار من أعظم وأولى ما ينبغي على المسلم الحريص أن يشتغل به في الأزمنة الفاضلة التي منها: شعبان وليلة النصف، وهو من أسباب تيسير الرزق، ودلت على فضله نصوص الكتاب، وأحاديث سيد الأحباب صلى الله عليه وسلم، وفيه تكفير للذنوب وتفريج للكروب، وإذهاب للهموم ودفع للغموم

Artinya, “Istighfar merupakan amalan utama yang harus dibiasakan orang Islam, terutama pada waktu yang memiliki keutamaan, seperti Sya'ban dan malam pertengahannya. Istighfar dapat memudahkan rezeki, sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an dan hadits. Pada bulan Sya'ban pula dosa diampuni, kesulitan dimudahkan, dan kesedihan dihilangkan.

Demikianlah beberapa amalan di malam nisfu Sya'ban menurut Sayyid Muhammad Al Maliki yang dijelaskan dalam kitabnya. Semua amalan tersebut tentu berdampak baik dan memberi keberkahan kepada orang yang mengamalkannya.






Read more

Rabu, 26 April 2017

KHUTBAH IBLIS YANG MENYENTUH HATI


Oleh: Ustadz Firanda Andirja

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله و أصحابه ومن واله

Ikhwatal īmān, saudara-saudaraku yang beriman, yang bertaqwa kepada Allãh Subhanahu wa Ta'āla.

Pernahkah Anda tahu?

Bahwasannya suatu saat iblis la'natullāh 'alaihi akan menyampaikan khutbah yang akan menyentuh hati-hati manusia (para pengikutnya)?

Kapan khutbah tersebut akan disampaikan oleh iblis?

Pada saat yang sangat mengerikan..

Pada hari yang sangat menegangkan..

Pada saat dimana neraka Jahannam didatangkan oleh Allãh Subhanãhu wa Ta'āla.

وَجِيءَ يَوْمَئِذٍ بِجَهَنَّمَ يَوْمَئِذٍ يَتَذَكَّرُ الْإِنسَانُ وَأَنَّىٰ لَهُ الذِّكْرَىٰ

(QS Al Fajr: 23)

Tatkala neraka Jahannam didatangkan oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla, dihadirkan dan dilihat oleh para pengikut iblis tatkala itu..

Tatkala itu, setiap mereka akan ingat seluruh apa yang pernah mereka lakukan..

Akan tetapi, tak ada faidahnya saat itu penyesalan mereka.

Tatkala mereka ingat dosa-dosa mereka, tidak ada harapan yang akan Allãh berikan kepada mereka..

Ikhwatal īmān..

Allãh Subhanãhu wa Ta'āla menyebutkan tentang khutbah iblis tersebut dalam firmanNya (QS Ibrāhīm: 22-23):

وَقَالَ الشَّيْطَانُ لَمَّا قُضِيَ الْأَمْرُ إِنَّ اللَّهَ وَعَدَكُمْ وَعْدَ الْحَقِّ

Sesungguhnya syaitan (sang iblis) berkhutbah tatkala Allãh Subhānahu wa Ta'āla telah menghisab seluruh hamba dan telah diputuskan perkaranya.

Tatkala penduduk surga telah dikumpulkan dan penduduk neraka telah dikumpulkan bersama sang iblis.

Apa kata iblis?

Al Hasan Al Bashri rahimahullāh mengatakan:

إِذَا كَانَ يَوْمُ الْقِيَامَةِ ، قَامَ إِبْلِيْسُ خَطِيْبًا عَلَى مِنْبَرٍ مِنْ نَارٍ ، فَقَالَ: إِنَّ اللهَ وَعَدَكُمْ وَعْدَ الْحَقِّ وَوَعَدْتُكُمْ فَأَخْلَفْتُكُمْ

"Jika datang hari kiamat (setelah tegak hisab dari Allāh Subhānahu wa Ta'āla) maka Iblis berdiri di atas sebuah mimbar yang terbuat dari neraka Jahannam.

Lalu berkhutbah, menyampaikan suatu khutbah yang sangat menyentuh hati para pengikutnya, tatkala neraka Jahannam di hadapan mereka.

"Sesungguhnya Allāh telah menjanjikan kepada kalian janji yang benar.

Adapun aku telah menjanjikan kepada kalian tetapi aku ingkari janjiku."

ْ وَمَا كَانَ لِي عَلَيْكُمْ مِنْ سُلْطَانٍ إِلا أَنْ دَعَوْتُكُمْ فَاسْتَجَبْتُمْ لِي

"Dan aku tidak punya kuasa kepada kalian sama sekali, kecuali aku hanya sekedar menyeru (mengajak) kalian dan kalian memenuhi panggilanku."

فَلا تَلُومُونِي وَلُومُوا أَنْفُسَكُم

"Jangan kalian mencelaku, celalah diri kalian sendiri."

ْمَا أَنَا بِمُصْرِخِكُمْ وَمَا أَنْتُمْ بِمُصْرِخِيَّ

"Aku tidak bisa menyelamatkan kalian dari neraka Jahannam dan kalianpun juga tak bisa menyelamatkanku."

إِنِّي كَفَرْتُ بِمَا أَشْرَكْتُمُونِي مِنْ قَبْلُ

"Bahkan aku sesungguhnya kafir kepada kesyirikan yang kalian lakukan."

إِنَّ الظَّالِمِينَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

"Dan ketahuilah, orang-orang zhalim bagi mereka adzab yang pedih."

وَأُدْخِلَ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأنْهَارُ

"Dan orang-orang yang beriman dan beramal shalih akan dimasukkan ke dalam surga-surga Allãh Subhānahu wa Ta'āla."

Ikhwatal īmān, saudara saudaraku seiman..

Lihatlah bagaimana isi khutbah iblis yang disampaikan kepada pengikutnya yang tatkala itu merekapun menangis mendengar khutbah iblis..

Hati mereka tersentuh, (karena) mereka tidak pernah mendengar khuthbah yang seperti itu..

Dan mereka tidak pernah sadar mendengar khutbah selama di dunia..

Terlalu banyak nasehat khuthbah yang disampaikan oleh para da'i/ustadz namun tidak menyentuh hati mereka dan tidak membuat mata mereka menangis..

Namun tatkala hari kiamat..

Tatkala mereka mendengar khutbah pimpinan mereka (iblis la'natullāh 'alaih)..

Maka mereka pun sadar bahwa mereka selama ini telah diperdaya oleh iblis yang telah menjerumuskan mereka ke dalam neraka Jahannam.

Iblis dalam khuthbahnya berlepas diri dari kesalahannya.

Dia mengatakan:

"Saya telah menjanjikan kepada kalian dan saya mengingkari."

"Jangan kau cela diriku, akan tetapi celalah diri kalian sendiri.

Saya hanya mengajak kalian dan kalian mengikuti.

Tidak ada yang bisa saya lakukan bagi kalian..

Kalian tidak bisa menolongku, apalagi saya tidak bisa menolong kalian dari neraka Jahannam."

Iblis berlepas diri dari pengikutnya..

Dan ini merupakan kehinaan dan kesedihan yang dirasakan oleh para pengikut iblis.

Bagaimana tidak?!

Pimpinan mereka yang mereka harapkan akan menolong mereka ternyata berlepas diri dan ternyata ikut diadzab oleh Allãh Subhānahu wa Ta'āla.

Dan ini diungkapkan tatkala neraka jahannam ada di hadapan mereka.

Maut, siksaan, nyala api neraka nampak di hadapan mereka.

Iblis mengatakan, "Jangan cela diriku maka celalah diri kalian sendiri."

Bahkan iblis mengatakan:

"Saya sesungguhnya ingkar terhadap kesyirikan kalian..

Selama ini saya hanya menipu kalian, kenapa kalian ikut, saya sekedar mengajak kalian, celalah diri kalian sendiri."

Yang lebih menyedihkan lagi, setelah iblis tidak mau disalahkan, iblis mengatakan: "Sesungguhnya orang-orang yang zhalim seperti kalian dan saya bagi mereka adzab yang pedih."

Bagaimana tidak sedih hati-hati mereka para pengikut iblis?

Dan yang lebih menyedihkan lagi, sebagaimana perkataan ulama Salaf, setelah itu iblis mengatakan:

"Orang-orang yang beriman dan beramal shalih akan dimasukkan Allãh ke dalam surga-surga Allãh."

Betapa tidak sedih para pengikut iblis tatkala mereka tahu akan diadzab Allãh Subhānahu wa Ta'āla.

Dan mereka tahu bahwasanya ada kelompok manusia yang yang akan bahagia abadi dalam surga-surga Allãh Subhānahu wa Ta'āla.

Ikhwatal īmān, saudara-saudaraku seiman..

Inilah khutbah iblis yang Allãh abadikan di dalam Al Qurān..

Semoga saya dan anda tidak pernah mendengarkan khuthbah ini, karena khotbah ini hanya di dengar oleh para penghuni neraka, khutbah yang membuat mengalirnya airmata dan sadarnya mereka..

Tetapi penyesalan itu tidak ada manfaatnya..

Jangan sampai kita di dunia tidak tersentuh hati kita dengan nasehat dan khutbah-khutbah para da'i dan hanya bisa tersentuh hati kita tatkala mendengar khutbah iblis.

Wal iyyādzubillāh.

Semoga Allãh Subhanahu wa Ta'āla menyelamatkan kita seluruhnya dari neraka jahannam.

Dan menyelamatkan kita seluruhnya dari tipu daya iblis yang senantiasa tidak henti-hentinya membujuk kita agar bisa menemaninya di neraka Jahannam kelak.

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
Read more

Rabu, 19 April 2017

HUKUM BERBURUK SANGKA DAN MENCARI-CARI KESALAHAN


ISLAMONLIFE - Oleh Syaikh Abdul Muhsin Bin Hamd Al-‘Abbad Al-Badr


Allah Ta’ala berfirman.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِّنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan berprasangka, karena sesungguhnya sebagian tindakan berprasangka adalah dosa dan janganlah kamu mencari-car kesalahan orang lain” [Al-Hujurat : 12]

Dalam ayat ini terkandung perintah untuk menjauhi kebanyakan berprasangka, karena sebagian tindakan berprasangka ada yang merupakan perbuatan dosa. Dalam ayat ini juga terdapat larangan berbuat tajassus. Tajassus ialah mencari-cari kesalahan-kesalahan atau kejelekan-kejelekan orang lain, yang biasanya merupakan efek dari prasangka yang buruk.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

إِيَّا كُمْ وَالظَّنَّ فَإِنَّ الظَّنَّ أَكْذَبُ الْحَدِيْثِ وَلاَ تَحَسَّسُوا وَلاَ تَجَسَّسُوا وَلاَ تَحَاسَدُوا وَلاَتَدَابَرُوا وَلاَتَبَاغَضُوا وَكُوْنُواعِبَادَاللَّهِ إحْوَانًا

“Berhati-hatilah kalian dari tindakan berprasangka buruk, karena prasangka buruk adalah sedusta-dusta ucapan. Janganlah kalian saling mencari berita kejelekan orang lain, saling memata-matai, saling mendengki, saling membelakangi, dan saling membenci. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara” [1]

Amirul Mukminin Umar bin Khathab berkata, “Janganlah engkau berprasangka terhadap perkataan yang keluar dari saudaramu yang mukmin kecuali dengan persangkaan yang baik. Dan hendaknya engkau selalu membawa perkataannya itu kepada prasangka-prasangka yang baik”Ibnu Katsir menyebutkan perkataan Umar di atas ketika menafsirkan sebuah ayat dalam surat Al-Hujurat.

Bakar bin Abdullah Al-Muzani yang biografinya bisa kita dapatkan dalam kitab Tahdzib At-Tahdzib berkata : “Hati-hatilah kalian terhadap perkataan yang sekalipun benar kalian tidak diberi pahala, namun apabila kalian salah kalian berdosa. Perkataan tersebut adalah berprasangka buruk terhadap saudaramu”.

Disebutkan dalam kitab Al-Hilyah karya Abu Nu’aim (II/285) bahwa Abu Qilabah Abdullah bin Yazid Al-Jurmi berkata : “Apabila ada berita tentang tindakan saudaramu yang tidak kamu sukai, maka berusaha keraslah mancarikan alasan untuknya. Apabila kamu tidak mendapatkan alasan untuknya, maka katakanlah kepada dirimu sendiri, “Saya kira saudaraku itu mempunyai alasan yang tepat sehingga melakukan perbuatan tersebut”.

Sufyan bin Husain berkata, “Aku pernah menyebutkan kejelekan seseorang di hadapan Iyas bin Mu’awiyyah. Beliaupun memandangi wajahku seraya berkata, “Apakah kamu pernah ikut memerangi bangsa Romawi?” Aku menjawab, “Tidak”. Beliau bertanya lagi, “Kalau memerangi bangsa Sind [2], Hind (India) atau Turki?” Aku juga menjawab, “Tidak”. Beliau berkata, “Apakah layak, bangsa Romawi, Sind, Hind dan Turki selamat dari kejelekanmu sementara saudaramu yang muslim 
tidak selamat dari kejelekanmu?” Setelah kejadian itu, aku tidak pernah mengulangi lagi berbuat seperti itu” [3]

Komentar saya : “Alangkah baiknya jawaban dari Iyas bin Mu’awiyah yang terkenal cerdas itu. 
Dan jawaban di atas salah satu contoh dari kecerdasan beliau”.

Abu Hatim bin Hibban Al-Busti bekata dalam kitab Raudhah Al-‘Uqala (hal.131), ”Orang yang berakal wajib mencari keselamatan untuk dirinya dengan meninggalkan perbuatan tajassus dan senantiasa sibuk memikirkan kejelekan dirinya sendiri. Sesungguhnya orang yang sibuk memikirkan kejelekan dirinya sendiri dan melupakan kejelekan orang lain, maka hatinya akan tenteram dan tidak akan merasa capai. Setiap kali dia melihat kejelekan yang ada pada dirinya, maka dia akan merasa hina tatkala melihat kejelekan yang serupa ada pada saudaranya.
Sementara orang yang senantiasa sibuk memperhatikan kejelekan orang lain dan melupakan kejelekannya sendiri, maka hatinya akan buta, badannya akan merasa letih dan akan sulit baginya meninggalkan kejelekan dirinya”.

Beliau juga berkata pad hal.133, “Tajassus adalah cabang dari kemunafikan, sebagaimana sebaliknya prasangka yang baik merupakan cabang dari keimanan. Orang yang berakal akan berprasangka baik kepada saudaranya, dan tidak mau membuatnya sedih dan berduka. Sedangkan orang yang bodoh akan selalu berprasangka buruk kepada saudaranya dan tidak segan-segan berbuat jahat dan membuatnya menderita”.

[Disalin dari buku Rifqon Ahlassunnah bi Ahlissunnah Penulis Abdul Muhsin bin Hamd Al Abbad Al Badr, Edisi Indonesia Rifqon Ahlassunnah bi Ahlissunnah Menyikapi Fenomena Tahdzir dan Hajr, Penerbit : Titian Hidayah Ilahi Bandung, Cetakan Pertama Januari 2004]
Read more

Rabu, 05 April 2017

PUASA SENIN KAMIS


ISLAMONLIFE - Bahwasanya puasa sunnah setiap senin kamis banyak sekali memiliki manfaat dan keutamaan yang sangat luar biasa, baik dari aspek kesehatan, aspek sosial dan aspek lainnya.


Mungkin dari teman-teman sekalian ada yang bertanya "Apa yang menjadi dasar kenapa muslim melaksanakan puasa sunnah Senin dan Kamis?". Perlu teman-teman ketahui, bahwa Rasulullah saw dilahirkan pada hari Senin dan pada hari ini pula Rasulullah mendapatkan wahyu dari Allah swt. Serta pada hari Senin dan Kamis amalan-amalan seorang hamba diangkat.

Manfaat/hikmah dan keutamaan dari puasa senin dan puasa kamis menurut islam yaitu :


Berikut ini merupakan dalil keutamaan berpuasa Senin dan Kamis serta puasa sunnah lainnya. Rasulullah saw. bersabda:

إن في الجنة بابًا يقال له: الريان، يدخل منه الصائمون يوم القيامة لا يدخل منه أحد غيرهم. يقال: أين الصائمون؟ فيقومون لا يدخل منه أحد غيرهم، فإذا دخلوا أغلق فلم يدخل منه أحد

    Artinya :
    Sesungguhnya di surga ada satu pintu yang namanya “Ar-Rayyan,” yang akan di masuki oleh orang-orang yang sering berpuasa kelak pada hari kiamat, tidak akan masuk dari pintu itu kecuali orang yang suka berpuasa. di katakan : manakah orang-orang yang suka berpuasa? maka mereka pun berdiri dan tidak masuk lewat pintu itu kecuali mereka, jika mereka telah masuk, maka pintu itu di tutup sehingga tidak seorang pun masuk melaluinya lagi. (HR Bukhori dan Muslim). 

 عن عائشة ـ رضي الله عنها ـ أن النبي صلى الله عليه وسلم كان يتحرى صيام الاثنين والخميس

    Artinya :
    Dari ‘Aisyah -radhiallahu ‘anha- : bahwa Nabi -sholallahu ‘alaihi wasallam- sering melakukan puasa senin dan kamis. (HR Ibnu Majah, At-Tirmidzi dan An-Nasai)

 Maksud dari beberapa pintu surga dibuka pada dua hari tersebut; Senin dan Kamis, yaitu di saat inilah setiap orang-orang Mukmin diampuni, kecuali dua orang Mukmin yang sedang bermusuhan. Dalil yang menguatkan hal ini adalah hadits yang termaktub dalam shahih Muslim dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda:

    Pintu-pintu Surga di buka pada hari Senin dan Kamis. Maka semua hamba yang tidak menyekutukan Alloh dengan sesuatu apapun akan diampuni dosa-dosanya, kecuali seseorang yang antara dia dan saudaranya terjadi permusuhan. Lalu dikatakan, ‘Tundalah pengampunan terhadap kedua orang ini sampai keduanya berdamai, tundalah pengampunan terhadap kedua orang ini sampai keduanya berdamai, tundalah pengampunan terhadap orang ini sampai keduanya berdamai. (HR. Muslim)


Dari aspek kejiwaan, sosial serta kesehatan, berpuasa memiliki beberapa manfaat, di antaranya:
Secara kejiwaan puasa membiasakan kesabaran, menguatkan kemauan, mengajari dan membantu bagaimana menguasai diri, serta mewujudkan dan membentuk ketaqwaan yang kuat di dalam diri. Inilah hikmah puasa yang paling utama. Allah berfirman:

    Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa. (Al-Baqarah: 183)


Nah, apakah teman-teman sudah mengamalkan puasa sunah senin kamis? Semoga saja kita termasuk orang-orang yang selalu mengalamkan puasa senin dan kamis secara rutin. Amien.
Read more

Jumat, 31 Maret 2017

ADAB BERHUTANG

ISLAMONLIFE -  Utang merupakan salah satu kewajiban yang harus di penuhi atau dengan kata lain harus di lunasi kepada yang memberi piutang. Lebih baik kita jatuh miskin karena bayar utang dari pada kita kaya tapi banyak utang. Di bawah ini adab kita berhutang :


1. Jangan pernah tidak mencatat utang piutang. 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا تَدَايَنتُم بِدَيْنٍ إِلَىٰ أَجَلٍ مُّسَمًّى فَاكْتُبُوهُ ۚ... سورة البقرة 282
"Wahai orang-orang yang beriman, apabila kalian melakukan utang piutang untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kalian menuliskannya." (QS Al-Baqarah: 282)

2. Jangan pernah berniat tidak melunasi utang.

عَنْ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ قَالَ ‏‏أَيُّمَا رَجُلٍ يَدَيَّنُ دَيْنًا وَهُوَ مُجْمِعٌ أَنْ لاَ يُوَفِّيَهُ إِيَّاهُ لَقِيَ اللَّهَ سَارِقًا . رواه ابن ماجة 2410
"Siapa saja yang berutang, sedang ia berniat tidak melunasi utangnya, maka ia akan bertemu Allah sebagai seorang PENCURI." (HR Ibnu Majah ~ hasan shahih)

3. Punya rasa takut jika tidak bayar utang, karena alasan dosa yang tidak diampuni dan tidak masuk surga.

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ ‏ "‏ يُغْفَرُ لِلشَّهِيدِ كُلُّ ذَنْبٍ إِلاَّ الدَّيْنَ ‏"‏ ‏.‏ رواه مسلم 1886
"Semua dosa orang yang mati syahid diampuni KECUALI utang". (HR Muslim)

4. Jangan merasa tenang kalau masih punya utang. 

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ ‏"‏ مَنْ مَاتَ وَعَلَيْهِ دِينَارٌ أَوْ دِرْهَمٌ قُضِيَ مِنْ حَسَنَاتِهِ لَيْسَ ثَمَّ دِينَارٌ وَلاَ دِرْهَمٌ ‏"‏ ‏.‏ رواه ابن ماجة 2414
"Barangsiapa mati dan masih berutang satu dinar atau dirham, maka utang tersebut akan dilunasi dengan (diambil) amal kebaikannya, karena di sana (akhirat) tidak ada lagi dinar dan dirham." (HR Ibnu Majah ~ shahih)

5. Jangan pernah menunda membayar utang.

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ ‏ "‏ مَطْلُ الْغَنِيِّ ظُلْمٌ، فَإِذَا أُتْبِعَ أَحَدُكُمْ عَلَى مَلِيٍّ فَلْيَتْبَعْ ‏"‏‏.‏ رواه البخاري 2287 ، مسلم 1564 ، النسائي 4688 ، ابو داود 3345 ، الترمذي 1308
"Menunda-nunda (bayar utang) bagi orang yang mampu (bayar) adalah kezaliman." (HR Bukhari, Muslim, Nasai, Abu Dawud, Tirmidzi)

6. Jangan pernah menunggu ditagih dulu baru membayar utang.

فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ ‏"‏ أَعْطُوهُ فَإِنَّ مِنْ خِيَارِ النَّاسِ أَحْسَنَهُمْ قَضَاءً ‏"‏‏.‏ رواه البخاري 2392 ، مسلم 1600 ، النسائي 4617 ، ابو داود 3346 ، الترمذي 1318
"Sebaik-baik orang adalah yang paling baik dalam pembayaran utang. (HR Bukhari, Muslim, Nasai, Abu Dawud, Tirmidzi)


7. Jangan pernah mempersulit dan banyak alasan dalam pembayaran utang.

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ "‏ أَدْخَلَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ رَجُلاً كَانَ سَهْلاً مُشْتَرِيًا وَبَائِعًا وَقَاضِيًا وَمُقْتَضِيًا الْجَنَّةَ ‏"‏ ‏.‏ رواه ابن ماجة 2202 ، النسائي 4696
"Allah 'Azza wa jalla akan memasukkan ke dalam surga orang yang mudah ketika membeli, menjual, dan melunasi utang." (HR An-Nasa'i, dan Ibnu Majah)

8. Jangan pernah meremehkan utang meskipun sedikit.

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ‏ "‏ نَفْسُ الْمُؤْمِنِ مُعَلَّقَةٌ بِدَيْنِهِ حَتَّى يُقْضَى عَنْهُ ‏"‏. رواه الترمذي 1078 ، ابن ماجة 2506 
"Ruh seorang mukmin itu tergantung kepada utangnya sampai utangnya dibayarkan." (HR at-Tirmidzi dan Ibnu Majah)

9. Jangan pernah berbohong kepada pihak yang memberi utang.

قَالَ ‏"‏ إِنَّ الرَّجُلَ إِذَا غَرِمَ حَدَّثَ فَكَذَبَ وَوَعَدَ فَأَخْلَفَ ‏"‏‏.‏ البخاري 2397 ، 833 ، مسلم 589 ، ابو داود 880 ، النسائي 5472 ، 5454
"Sesungguhnya, ketika seseorang berutang, maka bila berbicara ia akan dusta dan bila berjanji ia akan ingkar." (HR Bukhari dan Muslim)


10. Jangan pernah berjanji jika tidak mampu memenuhinya.

...وَأَوْفُوا بِالْعَهْدِ ۖ إِنَّ الْعَهْدَ كَانَ مَسْئُولًا... سورة الإسراء 34
"... Dan penuhilah janji karena janji itu pasti dimintai pertanggungjawaban .." (QS Al-Israa': 34)

11. Jangan pernah lupa doakan orang yang telah memberi utang.

وَمَنْ آتَى إِلَيْكُمْ مَعْرُوفًا فَكَافِئُوهُ فَإِنْ لَمْ تَجِدُوا فَادْعُوا لَهُ حَتَّى تَعْلَمُوا أَنْ قَدْ كَافَأْتُمُوهُ ‏"‏ ‏.‏ رواه النسائي 2567 ، ابو داود 5109
"Barang siapa telah berbuat kebaikan kepadamu, balaslah kebaikannya itu.

 Jika engkau tidak menemukan apa yang dapat membalas kebaikannya itu, maka berdoalah untuknya sampai engkau menganggap bahwa engkau benar-benar telah membalas kebaikannya." (HR An-Nasa'i dan Abu Dawud)


Read more

PERBEDAAN ORANG BAIK DENGAN PENYERU KEBAIKAN


ISLAMONLIFE - Sekedar jadi ORANG BAIK pasti bisa BANYAK TEMAN & bagi PENYERU KEBAIKAN malah bisa jadi BANYAK MUSUHnya.

ما الفرق بين الصالح والمصلح ؟

Apa bedanya Orang Baik (Shalih) dan Penyeru Kebaikan (Mushlih)..?

الصالح خيره لنفسه والمصلح خيره لنفسه ولغيره.

Orang Baik (Shalih), melakukan kebaikan untuk dirinya, 
sedangkan Penyeru Kebaikan (Muslih) mengerjakan kebaikan utk dirinya dan orang lain..

الصالح تحبُه الناس. والمصلح تعاديه الناس .

Orang Baik dicintai manusia... 
Penyeru Kebaikan dimusuhi manusia..

الحبيب المصطفى(صلى الله عليه وسلم) قبل البعثة أحبه قومه لأنه صالح .

Rosululloh Saw sebelum diutus, beliau dicintai oleh kaumnya karena beliau adalah Orang Baik... 

ولكن لما بعثه الله تعالى صار مصلحًا فعادوه وقالوا ساحر كذاب مجنون.

Namun ketika ALLAH TA'ALA mengutusnya sebagai Penyeru Kebaikan, kaumnya langsung memusuhinya dengan menggelarinya : Tukang Sihir, Pendusta, Gila..

ما السبب؟ لأن المصلح يصطدم بصخرةأهواء من يريد أن يصلح من فسادهم .

Apa sebabnya..?
Karena Penyeru Kebaikan 'menyikat' batu besar nafsu angkara dan memperbaikinya dari kerusakan..

ولذا أوصى لقمان ابنه بالصبر حين حثه على الإصلاح لأنه سيقابل بالعداوة.

Itulah sebabnya kenapa Luqman menasihati anaknya agar BERSABAR ketika melakukan perbaikan, karena dia pasti akan menghadapi permusuhan...! 

يا بني أقم الصلاة وأمر بالمعروف وانهَ عن المنكر واصبر على ما أصابك

Hai anakku, tegakkan sholat, perintahkan kebaikan, laranglah kemungkaran, dan bersabarlah atas apa yg menimpamu. 

قال أهل الفضل والعلم : مصلحٌ واحدٌ أحب إلى الله من آلاف الصالحين.

Berkata ahli ilmu: 
1 Penyeru Kebaikan lebih dicintai ALLAH TA'ALA daripada ribuan Orang Baik... 

لأن المصلح يحمي الله به أمة ،والصالح يكتفي بحماية نفسه.

Karena melalui Penyeru Kebaikan itulah, ALLAH AZZA WA-JALLA jaga umat ini... 
Sedang Orang Baik hanya cukup menjaga dirinya sendiri ! 

فقد قال الله عزَّ و جلَّ في محكم التنزيل :

ALLAH Subhanahu wa ta'alaa berfirman :

 وَمَا كَانَ رَبُّكَ لِيُهْلِكَ الْقُرَىٰ بِظُلْمٍ وَأَهْلُهَا مُصْلِحُون َ.

"Dan tidaklah Tuhanmu membinasakan 1 negeri dengan dzalim padahal penduduknya adalah Penyeru Kebaikan (Muslih).

ولم يقل صالحون 

ALLAH TA'ALA tidak berfirman dg memakai istilah Orang Baik (Sholih).

كونوا مصلحين ولا تكتفوا بأن تكونوا صالحين.

Maka jadilah PENYERU KEBAIKAN (MUSLIH), jangan merasa puas hanya sebagai ORANG BAIKNYA (SHOLIH)...
Read more